
Sebanyak 100 demonstran oposisi Thailand ditangkap dalam operasi kepolisian untuk merebut kembali gedung-gedung pemerintah yang diduduki para demonstran di ibukota Bangkok. Ketegangan pun terjadi antara para demonstran antipemerintah dan aparat polisi.
Baru pertama kalinya begitu banyak demonstran ditahan sejak aksi demo besar-besaran dimulai lebih dari tiga bulan lalu. Kepala Dewan Keamanan Nasional Paradorn Pattanatabut mengatakan, kira-kira 100 demonstran ditahan di kompleks gedung Kementerian Energi. Mereka dituduh melanggar keadaan darurat negara. Aparat polisi antihuru-hara bersenjata lengkap dikerahkan dekat gedung-gedung pemerintah di Bangkok, setelah para demonstran kembali ke tempat-tempat tersebut menyusul operasi serupa yang dilakukan polisi pada Jumat, 14 Februari yang lalu.
Demonstran dan polisi hingga saat ini masih terlibat konfrontasi menegangkan. Para demonstran menolak perintah polisi untuk meninggalkan daerah sekitar kantor Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dalam waktu satu jam. Pemerintah tak bisa lagi bekerja di sini, cetus juru bicara gerakan antipemerintah, Akanat Promphan. "Penangkapan-penangkapan tak akan mempengaruhi kami. Tekad rakyat tetap kuat," imbuhnya.
Demonstran bersikeras menuntut Perdana Menteri Yingluck mengundurkan diri. Yingluck juga didesak untuk menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan sementara yang akan melakukan reformasi untuk menangani korupsi dan penyalahgunaan dana publik, sebelum pemilihan umum yang baru digelar.
Title : Polisi Thailand Menangkap 100 Demonstran oposisi Thailand
Description : Sebanyak 100 demonstran oposisi Thailand ditangkap dalam operasi kepolisian untuk merebut kembali gedung-gedung pemerintah yang diduduki ...